Pages

Jumat, 11 Januari 2013

Mengkudu Berkhasiat ???



RESENSI BUKU NONFIKSI


Judul Buku      : Manfaat & Khasiat Mengkudu
Penulis             : Dra. Winarsih
Penerbit           : CV. Swakarya
Tahun Terbit    : 2006
Tebal Buku      : 132 halaman
            Buku ini menceritakan tentang seorang dosen fakultas farmasi di UGM yang bernama Ika, serta suaminya Dr. Tunggul Wibowo (dokter yang bertugas di Puskesmas Ngaglik, Sleman).
            Dari kecil, Ika memang anak yang pandai. Ia menginginkan menempuh S3 di luar negeri. Namun karena terbatasnya biaya, Ia belum bisa meneruskan S3nya. Ia menunggu tawaran dari rektornya. Pada saat anaknya berumur 3 tahun, kesempatan belum datang padanya, begitu pula saat anaknya berumur 5 tahun kesempatan itu juga tak kunjung datang. Namun ketika ia sedang hamil, tawaran justru datang menghampirinya. Tapi Ia ingin menundanya dahulu, setelah 1 tahun kemudian, Ia akan berangkat ke luar negeri bersama suami dan anaknya.
            Saat Ika duduk di bangku SMP, Ia suka sekali menulis dan melakukan penelitian. Ketika SMA, Ia pernah mengikuti lomba KIR dan mendapat juara 1 di LIPI. Bahan penelitiannya adalah pohon duwet. Ia melakukan penelitian itu di laboratorium UGM.
            Bahan penelitiannya yang lain adalah tanaman yang bertebaran di sekitar rumahnya, seperti pegagan, meniran, mengkudu, dan daun dewa.
            Setelah sekian lama Ia melakukan penelitian, Ia bersama suaminya dan 2 temannya membuka usaha yang berasal dari olahan mengkudu, yaitu kapsul dan sirup mengkudu. Kandungan dalam mengkudu adalah :
1.      Alkaloid Proxeronim dan enzim proxeronase
2.      Saponin, Triterpen
3.      Moridon, noridin
4.      Damnacamthal, soranjiol
5.      Vitamin C
Sedang khasiat mengkudu adalah :
1.      Anti kanker, anti jerawat, anti aksema, luka bakar dan ketombe
2.       Sebagai imunostimulan, penangkal virus, tumor dan kanker
3.      Antiseptik, anti jamur dan membunuh parasit malaria
4.      Obat sakit maag, pengencer dahak dan batuk.
Hasil usahanya itu laku keras di pasaran, sampai Ia kebingungan dalam hal bahan baku dan tenaga kerja. Setelah Ia mendapatkan bahan baku dan tenaga kerja tambahan, usahanya semakin pesat, jangkauan wilayah pemasarannya semakin luas. Obat yang diproduksinya tidak lagi mengkudu saja, melainkan tanaman-tanaman yang pernah ditelitinya dulu, seperti pegagan, meniran dan daun dewa. Selain itu, Ia dapat membuka kantor dan cabang baru. Usahanya itu diberi nama “CV. Abad Halvitama”.
Kelebihan dari buku ini, bahasanya mudah dipahami, di dalamnya terdapat gambar-gambar ilustrasi yang tidak membuat pembaca bosan.
Sedang kekurangannya, alur bacaan sedikit membingungkan pembaca. Namun bacaan ini tetap menarik untuk dibaca, karena di dalamnya terdapat ilmu yang sangat bermanfaat.
**********


Tidak ada komentar:

Posting Komentar