Pages

Jumat, 15 Februari 2013

Cerpen Tanpa Nama ??




“Hargailah Hasil Karyamu Sendiri”
(Resensi Cerpen)

Judul Cerpen                   : Cerpen Tak Bernama
Penulis Cerpen                : Dea Clarissa Johari
Tebal Cerpen                  : 1 halaman
Sumber Informasi            : Jawa Pos
Ringkasan atau Sinopsis Cerpen :
Hari pembagian raport adalah saat paling menegangkan bagi Celline. Ia takut karena posisi ranking kelas, Ia sangat menginginkan ranking 1, agar orang tuanya memuji usaha kerasnya. Pada semester  1 yang lalu, Ia menempati ranking 2, tetapi orang tuanya sama sekali tidak memberikan pujian
kepadanya. Dan pada semester 2 ini, ia kembali menempati ranking 2, hal itupun sangat membuatnya kecewa karena yang menempati ranking 1 tetap Myta(temannya yang menempati ranking 1 di semester lalu).

Pada saat masuk kelas 2, Celline sebangku dengan Myta. Celline selalu mencari tahu penyebab Ia kalah saingan dengan Myta. Akhirnya Celline tahu penyebabnya. Penyebabnya adalah karena Myta sering mengikuti lomba menulis cerpen atau karya sastra. Beberapa hari kemudian, Guru Bahasa Indonesia mereka member tugas menulis cerpen. Tugas itu harus diketik dan dikirim lewat via e-mail, tapi computer Myta seng error dan Cellinepun menawarkan diri untuk mengetikkan dan mengirimkan tugas Myta. Saat Guru Bahasa Indonesia menyampaikan pemenangnya, Celline merasa takut dengan Myta, karena Ia tidak menyantumkan nama Myta. Setelah pulang sekolah, Celline minta maaf kepada Myta karena kesalahannya itu, tetapi Myta hanya diam sambil berkata tidak apa-apa, aku tidak marah padamu, aku mau kamu lebih menghargai hasil karyamu.
Kelebihan dari cerpen ini adalah alurnya runtut, sesuai dengan jalannya cerita. Bahasanya mudah dimengerti, sehingga pembaca tertarik untuk membacanya.
Sedangkan kelemahan dari cerpen ini adalah pembahasan pada pokok permasalahannya yang kurang detail.
Dan menurut saya pertimbanga isi cerpen ini adalah lebih banyak kelebihannya daripada kekurangannya, seta dalam cerpen ini mengandung banyak pesan moral yang dapat dijadikan pelajaran.
Cerpen ini cocok dibaca oleh kalangan remaja, karena membahas kehidupan remaja yang mendidik.
                                                                                                                                                                Resensator
                                                                                                                                                               
                                                                                                                                                                Uswatun Khasanah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar